57 Penumpang Korban Kebakaran KM Barcelona V Masih Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

Pihak Rumah Sakit Bhayangkara Manado menyerahkan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kebakaran KM Barcelona V di perairan Talise. (Dok. Ist)

Faktaaceh.id, NASIONAL – Sebanyak 57 penumpang korban kecelakaan kapal KM Barcelona V yang terbakar di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan.

Menurutnya, proses pemantauan terhadap kondisi korban terus dilakukan secara intensif oleh tim kesehatan.

“Berdasarkan data dari tim kesehatan disebutkan bahwa ada sebanyak 57 penumpang yang sementara mendapatkan proses perawatan di rumah sakit,” ujar Kombes Alamsyah saat memberikan keterangan di Manado, Senin (21/7).

Puluhan penumpang tersebut saat ini dirawat di berbagai rumah sakit yang tersebar di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara. Beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan korban antara lain Rumah Sakit Walanda Maramis, RS Tonsea Airmadidi, RS Lembean, RS ODSK, RS Siloam, RS Sentra Medika, RS Awaloei, dan RSUD Kota Manado.

“Tim kesehatan Polda Sulut kita ikut sertakan untuk melakukan monitoring terkait dengan perkembangan para penumpang,” tambah Kombes Alamsyah.

Kecelakaan tragis ini terjadi saat KM Barcelona V tengah berlayar dari Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Kota Manado. Kapal tersebut terbakar di perairan Talise pada Minggu (21/7), yang kemudian memicu proses evakuasi besar-besaran oleh berbagai pihak.

Tim gabungan dari Basarnas, Bakamla, TNI AL, TNI AD, Polda Sulut, operator kapal, Dinas Perhubungan, serta masyarakat dan nelayan setempat turut serta dalam proses penyelamatan penumpang.

Menurut data dari Posko Basarnas Manado, total penumpang dalam kapal tersebut berjumlah 571 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 568 orang berhasil diselamatkan, sementara tiga orang meninggal dunia. Ketiga korban meninggal telah diserahkan kepada pihak keluarga usai proses identifikasi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *