Faktaaceh.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mematangkan penyusunan rencana jangka panjang penanganan pascabencana di Provinsi Sumatra Barat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengevaluasi pembangunan fisik di lapangan sebagai bahan masukan utama untuk dokumen R3P Sumbar (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana).
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, memimpin langsung proses evaluasi ini dengan meninjau lokasi di Kabupaten Solok dan sekitarnya pada Rabu (7/1). Kunjungan ini bertujuan memastikan data riil di lapangan sinkron dengan perencanaan pemulihan yang akan dituangkan dalam dokumen negara tersebut.
Dalam tinjauannya, BNPB menyoroti kesesuaian antara implementasi pembangunan hunian sementara (huntara) dan persiapan hunian tetap (huntap) dengan standar rehabilitasi dan rekonstruksi. Evaluasi ini mencakup aspek progres fisik, kualitas bangunan, hingga ketersediaan sarana pendukung bagi para penyintas.
“Selain itu, evaluasi juga menyoroti koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan pembangunan huntara,” ujar Rustian.
Temuan di lapangan ini sangat krusial. Segala catatan perbaikan, mulai dari desain hingga fasilitas umum, akan menjadi rekomendasi dalam finalisasi dokumen R3P Sumbar. Dokumen ini nantinya akan menjadi pedoman komprehensif agar transisi dari hunian sementara menuju hunian tetap berjalan aman dan berkelanjutan.
Meskipun secara umum pembangunan di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Tanah Datar dinilai sudah berjalan, BNPB tetap memberikan sejumlah catatan. Hal ini meliputi perlunya penyempurnaan fasilitas pendukung dan percepatan target penyelesaian di titik-titik tertentu agar sesuai dengan kerangka waktu rehabilitasi.
Pemerintah pusat melalui BNPB menegaskan komitmennya untuk membangun kembali wilayah terdampak dengan prinsip Build Back Better, yang tertuang dalam perencanaan yang terukur di dalam dokumen rencana tersebut.
















