Polisi Naikkan Status Kasus Penemuan Lima Jenazah di Indramayu ke Tahap Penyidikan

Tim gabungan saat melakukan olah TKP lanjutan di lokasi penemuan lima jenazah yang terkubur dalam satu liang di Indramayu, Rabu (3/9). (Dok. Ist)

Faktaaceh.id, NASIONAL – Kepolisian Resor (Polres) Indramayu secara resmi menaikkan status kasus penemuan lima jenazah dalam satu liang kubur di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ke tahap penyidikan, setelah ditemukan adanya indikasi kuat peristiwa pidana.

Kepala Seksi Humas Polres Indramayu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tarno, menyampaikan bahwa peningkatan status ini diambil setelah penyidik mengumpulkan bukti awal dari lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi.

“Tim penyidik meningkatkan statusnya ke penyidikan karena meyakini telah ditemukan peristiwa pidana pada kasus tersebut,” kata AKP Tarno di Indramayu, Kamis (4/9).

Ia menjelaskan, hingga saat ini sudah ada 11 orang yang dimintai keterangan, termasuk warga sekitar dan keluarga korban yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut.

“Termasuk keluarga maupun warga yang mendengar, mengetahui, atau memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut, semuanya kami mintai keterangan,” ujarnya.

Menurut AKP Tarno, pemeriksaan awal dimulai dari lima orang, namun jumlah itu bertambah seiring dengan kebutuhan proses penyidikan. Meski begitu, identitas para saksi belum bisa diungkap karena masih dalam proses penyelidikan.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan satu unit kendaraan yang diduga memiliki kaitan dengan keluarga korban. Namun, hubungan antara kendaraan tersebut dan kasus masih dalam pendalaman.

“Untuk mobil yang sudah diamankan akan kami sampaikan dalam rilis selanjutnya,” ujarnya.

Meskipun indikasi awal menunjukkan adanya unsur pidana, polisi masih menyelidiki lebih lanjut untuk menentukan bentuk peristiwa pidana yang mengakibatkan lima anggota keluarga itu meninggal dunia.

“Yang jelas, di dalam kasus itu sudah ditemukan adanya peristiwa pidana, tapi spesifiknya masih kami dalami,” ungkap Tarno.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh saksi masih berstatus sebagai pihak yang dimintai keterangan, dan belum ada yang ditahan hingga saat ini. Polisi berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan hasil penyidikan secara resmi setelah proses pendalaman selesai dilakukan.

Sebelumnya, warga Kelurahan Paoman digemparkan oleh penemuan lima jenazah dalam satu liang pada Senin (1/9). Kelima korban diketahui merupakan satu keluarga, yaitu:

  • Sachroni (76)

  • Budi Awaludin (40) – anak Sachroni

  • Euis Juwita Sari (37) – menantu

  • Ratu Khairunnisa (7) – cucu

  • Bela (10 bulan) – cucu

Seluruh jenazah telah dimakamkan di Desa Sindang, Indramayu, pada Rabu (3/9).

Untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi ini, tim gabungan dari Polda Jawa Barat dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri turut dilibatkan dalam proses penyelidikan, guna menelusuri berbagai petunjuk di lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *