Faktaaceh.id, NASIONAL – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Isma Yatun, bertemu langsung dengan Auditor General Australia, Caralee McLiesh, dalam forum Senior Management Dialogue (SMD) yang berlangsung di Kantor Australian National Audit Office (ANAO), Canberra, Australia. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tiga isu strategis utama terkait audit sektor publik.
Isma Yatun menekankan pentingnya peran lembaga pemeriksa keuangan negara atau Supreme Audit Institutions (SAIs) dalam transformasi kehidupan masyarakat. Menurutnya, audit sektor publik harus relevan, adaptif, dan memberikan dampak nyata.
“Pertama, peran penting Supreme Audit Institutions (SAIs) dalam mentransformasi kehidupan masyarakat melalui audit sektor publik yang relevan, adaptif, dan berdampak langsung,” ujar Isma Yatun, dikutip dari keterangan resmi BPK RI, di Jakarta, Senin.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula pentingnya manajemen integritas sebagai pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik. Kedua lembaga saling berbagi pengalaman dalam membangun kerangka integritas, termasuk upaya pencegahan fraud, pengukuran, serta pemantauan integritas kelembagaan.
“Kami juga berdiskusi mengenai urgensi manajemen integritas sebagai elemen kunci dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan dan akuntabel,” ungkap Isma Yatun.
Isu ketiga yang dibahas adalah perlunya penguatan pemeriksaan atas informasi non-keuangan. Hal ini meliputi audit atas performance statements dan laporan keberlanjutan (sustainability reporting), yang kini semakin dibutuhkan dalam mendorong keterbukaan institusi publik.
Dalam kesempatan itu, Isma Yatun menyampaikan apresiasinya terhadap ANAO yang telah memfasilitasi pertemuan BPK dengan Department of Finance Australia. Menurutnya, diskusi tersebut membuka wawasan baru bagi BPK dalam memahami praktik pelaporan non-keuangan.
“Kami sangat menghargai dukungan ANAO dalam memfasilitasi pertemuan kami dengan Department of Finance Australia. Kegiatan ini memberikan kami wawasan penting mengenai penerapan informasi non-keuangan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan,” katanya.
Forum Senior Management Dialogue merupakan ruang penting bagi BPK dan ANAO untuk mempererat kerja sama dan bertukar praktik terbaik dalam tata kelola sektor publik. Pertemuan ini juga menjadi momen pertama tatap muka langsung antara Ketua BPK dengan Auditor General ANAO yang baru, sekaligus memperkuat hubungan kedua institusi yang telah terjalin sejak tahun 2006.
“Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, Senior Management Dialogue ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lembaga pemeriksa negara yang semakin relevan, profesional, dan berdampak nyata terhadap peningkatan tata kelola dan kualitas pelayanan publik,” tutup Isma Yatun.
















