Faktaaceh.id, NASIONAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Warga diminta segera memindahkan barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi atau area aman guna menghindari kerusakan akibat potensi banjir mendadak saat rumah ditinggal kosong.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menegaskan bahwa langkah mitigasi mandiri oleh masyarakat sangat krusial, mengingat cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Tangerang dan sekitarnya. “Untuk keamanan, kami imbau barang elektronik untuk disimpan pada tempat yang aman, mencegah terendam banjir mendadak,” ujar Mahdiar di Tangerang, Senin (16/3/2026).
Imbauan ini disampaikan secara masif mengingat pekan ini telah memasuki rangkaian kegiatan mudik. Berdasarkan prediksi otoritas terkait, puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada tanggal 18 Maret 2026 mendatang. Dengan tingginya mobilitas warga keluar kota, risiko kerugian materiil akibat bencana alam di rumah yang ditinggalkan menjadi perhatian utama pemerintah daerah demi mewujudkan agenda Mudik Aman Bebas Banjir.
Mahdiar menambahkan bahwa Kota Tangerang saat ini masih berstatus siaga cuaca ekstrem. Kewaspadaan ini didasari pada data pekan lalu, di mana terdapat sembilan kecamatan di wilayah tersebut yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut menuntut adanya kesiapan ekstra, baik dari sisi petugas lapangan maupun kesadaran masyarakat dalam melakukan persiapan dini sebelum berangkat ke kampung halaman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya banjir, saat meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama,” kata Mahdiar menambahkan.
Senada dengan BPBD, pihak kepolisian juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan lingkungan selama masa libur panjang. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, menyatakan bahwa antisipasi terhadap potensi bencana alam telah menjadi salah satu fokus utama dalam operasi pengamanan Lebaran tahun ini.
“Aparat juga diminta untuk mewaspadai potensi gangguan selama mudik, termasuk bencana alam. Hal ini sesuai arahan Kapolri yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, seperti banjir dan tanah longsor, yang diperkirakan dapat terjadi akibat curah hujan tinggi berdasarkan prakiraan BMKG,” ungkap Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari.
Kolaborasi antara instansi pemerintah dan kepolisian ini diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk dari cuaca buruk. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh diharapkan telah memastikan seluruh kelistrikan dalam keadaan padam dan barang berharga telah terevakuasi ke titik aman agar kampanye Mudik Aman Bebas Banjir dapat terlaksana dengan maksimal.















