Faktaaceh.id, NASIONAL – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jeuram mulai melakukan penormalan arus listrik ke sejumlah titik Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Langkah ini diambil untuk memastikan warga penyintas bencana segera mendapatkan akses energi yang layak.
Manajer PLN ULP Jeuram, Syamsul Rizal, menyatakan bahwa proses penyambungan daya listrik dilakukan secara bertahap. Hal ini menyesuaikan dengan progres pembangunan fisik bangunan yang sedang berjalan di lapangan.
“Proses penyambungan ini dilakukan secara bertahap, seiring selesainya pembangunan fisik bangunan tersebut,” kata Syamsul Rizal kepada wartawan di Nagan Raya, Senin (16/3).
Meskipun progres pembangunan huntara belum mencapai 100 persen secara keseluruhan, PLN berkomitmen untuk langsung menyalakan aliran listrik pada unit-unit yang secara fisik telah siap huni. Syamsul menegaskan pihaknya tidak menunggu seluruh proyek selesai untuk melakukan penyalaan. “Posisi yang sudah selesai langsung kami nyalakan terus secara bertahap,” ucapnya.
Penyaluran arus listrik di wilayah Huntara Beutong Ateuh Banggalang ini mencakup dua kategori bangunan utama. Pertama adalah huntara mandiri, yaitu bangunan yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Kedua adalah huntara BNPB, yakni bangunan bantuan yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk unit bangunan komunal yang terdiri dari satu bangunan dengan lima pintu.
Syamsul menambahkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak terkait mengenai data desa dan jumlah unit yang siap dialiri listrik. Selain bangunan permanen sementara, fokus utama PLN saat ini juga diarahkan pada penyediaan jaringan listrik di lokasi-lokasi pengungsian yang masih menggunakan tenda darurat.
“Untuk yang di pengungsian (tenda), saat ini juga sedang dalam proses pembangunan jaringan,” tambah Syamsul.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, saat ini tercatat sebanyak 379 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang masih menempati tenda pengungsian. Mereka masih menunggu rampungnya proses pembangunan Huntara Beutong Ateuh Banggalang yang saat ini sedang dikerjakan oleh vendor di bawah koordinasi BNPB.
Selama masa tunggu ini, sebagian pengungsi dilaporkan masih mengandalkan sarana penerangan seadanya pada malam hari. Oleh karena itu, percepatan perbaikan jaringan listrik menjadi prioritas pemerintah daerah dan PLN. Di sisi lain, BNPB bersama Pemkab Nagan Raya dipastikan terus memasok kebutuhan pokok bagi para penyintas yang masih bertahan di lokasi pengungsian hingga hunian mereka siap ditempati sepenuhnya.















