Diguyur Hujan Lebat, Ratusan Rumah Tergenang Akibat Banjir di Bima

Kondisi permukiman warga yang terdampak genangan air menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Faktakalbar.id, BIMA – Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Hujan dengan intensitas tinggi memicu limpasan air bah yang merendam ratusan rumah warga di dua lokasi, yakni Kecamatan Palibelo dan Kecamatan Wera.

Berdasarkan laporan data kaji cepat yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), insiden banjir di Bima ini mengakibatkan sedikitnya 587 jiwa terdampak secara langsung. Genangan air juga dilaporkan merendam sebanyak 165 unit rumah milik warga yang tersebar di wilayah dua kecamatan terdampak tersebut.

Selain menyasar sektor permukiman penduduk, limpasan air dalam peristiwa banjir di Bima ini turut memberikan dampak pada sejumlah fasilitas dan infrastruktur publik. Laporan resmi BNPB merincikan bahwa terdapat satu unit fasilitas ibadah, satu bangunan fasilitas umum, serta tiga ruas akses jalan yang sempat tergenang air dan mengganggu mobilitas warga setempat.

Kendati sempat melumpuhkan sebagian aktivitas warga pada Kamis sore, kondisi di lokasi kejadian kini terpantau berangsur pulih. Berdasarkan hasil kaji cepat dan pantauan sementara dari tim kebencanaan di lapangan per Jumat (13/3/2026), debit air yang sebelumnya menggenangi permukiman dan akses jalan dilaporkan sudah surut.

Menyikapi musibah banjir di Bima serta tingginya intensitas curah hujan di berbagai wilayah Indonesia saat ini, pihak BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas. Publik diminta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan secara masif terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah yang dipicu oleh dinamika cuaca ekstrem.

Secara spesifik, warga yang bertempat tinggal di daerah berisiko tinggi, seperti kawasan bantaran sungai maupun area dataran rendah, diinstruksikan untuk rutin memantau fluktuasi ketinggian muka air. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk senantiasa memperbarui informasi prakiraan cuaca yang dirilis oleh lembaga resmi pemerintah.

Sebagai pedoman keselamatan dan mitigasi, BNPB menekankan pentingnya tindakan pencegahan dari warga. Apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung dalam durasi yang lama, masyarakat diimbau untuk segera melakukan inisiatif evakuasi mandiri dan memastikan telah mengetahui rute jalur evakuasi yang aman menuju titik kumpul pengungsian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *